Jumat, 15 Mei 2015

Faktor-Faktor Keperilakuan pada Penganggaran Modal

AKUNTANSI KEPERILAKUAN
“Faktor-Faktor Keperilakuan pada Penganggaran Modal”




Kelompok : 6
Made Puspita Christanti (1215351152)
Vazria Ulfa Liandini       (1215351191)
Yoana Dharmawan         (1215351196)
Luh Ariska Putri             (1215351202)










Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Udayana
2015


7.1    FAKTOR-FAKTOR KEPERILAKUAN
Manajer keuangan dan akuntan manajemen terlibat secara mendalam pada penyusunan anggaran operasional, baik dalam pengembangan anggaran maupun dalam pelaporan kinerja setelahnya. Manajer keuangan dan akuntan manajemen juga terlibat dalam proses penyusunan jenis lain dari anggaran, yaitu anggaran modal (capital budgeting). Karena keterlibatan ini, maka penting bagi mereka untuk menyadari berbagai faktor, khususnya faktor-faktor keperi-lakuan, yang sangat memengaruhi proses penganggaran modal dan pengambilan keputusan.

Ø Definisi Penyusunan Anggaran Modal
Penyusunan anggaran modal dapat didefinisikan sebagai proses pengalokasian dana untuk proyek atau pembelian jangka panjang. Keputusan penyusunan anggaran modal dibuat ketika kebutuhan itu muncul dan melibatkan jumlah yang relatif besar, komitmen dana jangka panjang, dan ketidakpastian yang disebabkan oleh panjangnya waktu terlibat dan kesulitan dalam mengestimasikan variabel-variabel pengambilan keputusan (jumlah arus kas, penentuan waktu, dan seterusnya).
Karena melibatkan jumlah dana yang begitu besar, keputusan anggaran modal yang salah dapat mengakibatkan kebangkrutan, masalah-masalah arus kas yang sulit, atau paling tidak, kegagalan untuk mengoptimalkan operasi perusahaan. Akibatnya banyak perusahaan melakukan pendekatan terhadap keputusan ini dengan serius dan terus menerus mencari cara untuk memperbaiki proses penyusunan anggaran modal.

Ø Jenis dan Pentingnya Faktor-Faktor Keperilakuan dari Penyusunan Anggaran Modal
Keseluruhan proses identifikasi atas proyek potensial, estimasi arus kas untuk setiap proyek, penggunaan teknik analisis, seleksi keputusan, dan kemudian penerapan proyek tersebut melibatkan sejumlah pertimbangan keperilakuan atas dampak-dampak yang luas. Identifikasi dan spesifikasi atas proyek potensial memerlukan kerativitas dan kemampuan untuk mengubah ide yang bagus menjadi suatu proyek yang praktis. Ketidakpastian yang melekat dalam data yang menggambarkan suatu proyek (seperti mengestimasikan waktu dari arus kas atau nilai sisa) tidak memungkinkan penerapan teknik seleksi untuk dapat sepenuhnya objektif. Karena hasil dari teknik analisis harus diinterpretasikan dengan hati-hati, maka kemampuan manusia untuk mempertimbangkan dan menilai adalah faktor yang penting.

Ø Masalah dalam Mengidentifikasikan Proyek Potensial
Orang-orang yang terlibat dalam proses penganggaran harus memiliki kemampuan yang kreatif dalam mencari dan mengamati susunan proyek modal yang potensial untuk organisasi. Setelah diidentifikasi, mereka harus merinci secukupnya atau mendefinisikan sehingga dapat dilakukan proses-proses pertimbangan. Tidak kalah pentingnya penjelasan variabel keputusan, dimana pengambilan keputusan berdasarkan adopsi proyek tidak seharusnya digunakan.

Ø Masalah Prediksi yang Disebabkan oleh Perilaku Manusia
Memproyeksikan kemulusan dan kesesuaian dari aktivitas individual maupun kelompok aktivitas untuk suatu periode selama lima sampai dua puluh tahun adalah tindakan yang berbahaya. Secara serupa, kemungkinan adanya keresahan tenaga kerja dan politik yang terjadi dalam proyek modal yang melibatkan otomasi atau tugas-tugas klerikal yang tidak memerlukan keterampilan sebaiknya dipertimbangkan dalam memprediksikan data untuk seleksi proyek. Tingkat perputaran karyawan yang potensial juga harus dipertimbangkan ketika mengembangkan estimasi yang akurat dari biaya yang berkaitan dengan proyek tersebut.

Ø Masalah Manajer dan Ukuran Kinerja Jangka Pendek
Aspek keperilakuan lain dari prosedur seleksi proyek adalah bahwa metode peninjauan kinerja adalah tidak konsisten dengan metode seleksi proyek. Penilaian dan kompensasi kinerja cenderung bersifat jangka pendek, biasanya untuk tahun, kuartal, atau bulan lalu. Dengan demikian fokus dari manajemen tingkat bawah dan sampai tingkat tertentu, manajemen tingkat menengah tentu saja akan berupa kinerja jangka pendek, yang sering kali diukur dengan tingkat pengembalian akuntansi.
Sedikit sekali proyek yang akan dimulai dan diselesaikan oleh manajer yang sama karena tingkat perputaran yang cukup besar (misalnya promosi, transfer, dan seterusnya) yang terjadi dikebanyakan organisasi. Manajer cenderung untuk memilih proyek-proyek yang mereka mulai oleh pendahulunya. Jika perputaran manajer cukup cepat, maka tidak ada seorangpun yang dapat dianggap bertanggungjawab untuk keberhasilan atau kegagalan dari proyek manapun.
Modal akan terbuang percuma jika manajer baru secara periodik membuang proyek-proyek dari manajer sebelumnya dan memulai proyek baru, hanya untuk diikuti oleh manajemen baru lainnya yang meneruskan siklus tersebut.

Ø Masalah yang Disebabkan Identifikasi Diri dengan Proyek
Dalam beberapa kasus, manajer dapat bertahan dalam posisi mereka tanpa dipomosikan atau ditransfer. Hal ini dapat menimbulkan kesulitan jika manajer mengidentifikasikan dirinya dengan proyek yang mereka pikirkan dan mereka mulai. Karena proyek umumnya diidentifi-kasikan dengan orang tau divisi tertentu, orang semacam itu cenderung untuk menjadi terlibat secara pribadi dengan proyek-proyek masa lalu yang mereka pilih dan mungkin mencoba agar proyek tersebut berhasil atau tampak berhasil setelah proyek tersebut didanai.

Ø Pengembangan Anggota dan Proyek Modal
Dalam proses seleksi proyek, manajemen puncak harus mempertimbakan apakah proyek yang diusulkan adalah baik untuk pengembangan dari si pengusul proyek tersebut pada saat ini. Proyek tersebut mungkin terlalu besar bagi orang atau divisi tersebut untuk diserap tanpa membuat mereka menjadi putus asa.
Dipihak lain, manajemen puncak dapat mendorong divisi untuk terlibat dalam proyek-proyek yang secara ekonomi tidak menarik, tetapi menawarkan manfaat pelatihan karyawan yang potensial dimasa depan yang tidak dapat dikuantifikasikan. Dengan demikian, suatu perusahaan dapat melaksanakan suatu proyek yang melibatkan sedikit labat atau bahkan tidak sama sekali hanya untuk manfaat pelatihan karyawan.pertimbangan karyawan mungkin saja melebihi nilai sekarang bersih yang negatif dari proyek modal individual, terutama untuk proyek-proyek yang lebih kecil.

Ø Penyusunan Anggaran Modal sebagai Ritual
Beberapa ilmuan keperilakuan menyarankan bahwa seluruh proses penyusunan anggaran modal adalah sebuah ritual. Mereka menyarankan bahwa hanya sedikit proyek yang diajukan oleh manajer tingkat bawah kecuali jika usulan tersebut memiliki peluang yang bagus untuk disetujui. Ketika suatu proyek memperoleh persetujuan awal pada tingkat organisasi lebih bawah, proyek tersebut biasanya harus melalui serangkaian peninjauan dan persetujuan ke tingkat organisasi yang lebih tinggi. ketika proses persetujuan atas pryek tersebut berjalan, proyek tersebut telah menerima persetujuan pada beberapa tingkatan bawah, para pembuat keputusan dan analisis ditingkat atas biasanya tidak mau menolaknya.
Dengan demikian, manajer tingkat atas biasanya menolak suatu proyek hanya jika terdapat alasan yang sangat kuat untuk melakukannya. Dan ketika proses persetujuan atas proyek tersebut naik semakin tinggi dan hierarki, momentum tersebut terus tumbuh sehingga keputusan akhir lebih menyerupai suatu anugerah dan bukannya keputusan pemberian persetujuan yang rasional.

Ø Perilaku Mencari Risiko dan Menghindari Risiko
Kondisi tertentu dari tingkat penghindaran risiko oleh pengambilan keputusan dalam penyusunan anggaran modal akan mempengaruhi bagaimana orang tersebut akan bereaksi terhadap proyek. Berdasarkan kelompk data yang sama, dua pengambilan keputusan yang berbeda kemungkinan besar akan membuat keputusan yang berlawanan bergantung pada perasaan mereka terhadap risiko.

Ø Membagi Kemiskinan
Fenomena “membagi kemiskinan” seringkali memiliki dampak yang penting dalam proses penyusunan anggaran modal. Hal ini terjadi ketika tersedia lebih nanyak proyek anggaran modal yang potensial lebih menguntungkan dibandingkan dengan dana yang tersedia untuk mendanainya, suatu kondisi yang disebut dengan rasionalisasi modal.

7.2    TAMPILAN RASIONAL
Faktor manusia sangat terlibat dalam proses penyusunan anggaran modal, telah ditunjukan bahwa proyek modal marginal kadang kala diimplementasikan untuk menyediakan suatu mekanisme guna melatih karyawan manajemen. Penyusunan anggaran modal juga dapat menjadi ritual dan dengan demikian gagal untuk memanfaatkan teknik pengambilan keputusan yang rasional. Telah dicatat bahwa penerimaan atau penolakan terhadap suatu proyek modal dapat bergantung pada tingkat penghindaran risiko dari pribadi si pengambil keputusan. Perilaku mencari risiko atau menghindari risiko juga dapat mempengaruhi proses tersebut dan sebaiknya dipantau. Akhirnya, dicatat bahwa tekanan politik dapat sangat mempengaruhi keputusan penyusunan anggaran modal.
Kesimpulannya, seseorang dapat mengatakan bahwa proses penyusunan anggaran memiliki tampak muka rasionalitas, terutama ketika model matematis yang rumit digunakan. Model matematis tersebut memberikan atmosfer kepastian, logika, dan ilmu pengetahuan.

7.3    SARAN-SARAN PERBAIKAN
Apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi efek samping dari faktor perilaku manusia pada proses penganggaran modal? Pertama, adalah penting bahwa mereka yang terlibat dalam penyusunan anggaran modal menyadari faktor-faktor keperilakuan yang melekat pada proses tersebut. Dimana mungkin, faktor-faktor ini sebaiknya tidak diperbolehkan untuk mengaburkan data keputusan yang relevan dan yang bersifat lebih rasional. Lebih lanjut lagi, disarankan agar audit pasca-implementasi dilakukan terhadap proyek-proyek anggaran modal. Audit pasca-implementasi yang disarankan disini sebaiknya dilakukan sebelum akhir dari masa proyek modal tersebut dan sebaiknya mempertimbangkan kondisi-kondisi yang berubah. Karena audit pasca-implementasi dapat dilakukan dari waktu ke waktu dan objektif kineja ditentukan secara periodik, maka adalah mungkin untuk menetapkan ukuran-ukuran kinerja jangka pendek untuk proyek modal yang konsisten dengan kinerja jangka panjang dari proyek tersebut.
Kesimpulannya, disarankan bahwa mereka yang terlibat dalam proses penyusunan anggaran modal dan dalam manajemen proyek modal sebaiknya paling tidak menyadari akan faktor-faktor keperilakuan yang terlibat. Paling tidak, mereka sebaiknya mengambil langkah-langkah aktif untuk memastikan bahwa faktor-faktor keperilakuan dari penyusunan anggaran modal tidak menghasilkan keputusan yang suboptimal.



DAFTAR PUSTAKA

Lubis, Arfan Ikhsan. 2010. Akuntansi Keperilakuan, Edisi 2. Jakarta: Salemba Empat.


Kamis, 14 Mei 2015

Struktur Organisasi, Desain Organisasi dan Desain Pekerjaan

PERILAKU KEORGANISASIAN
Struktur Organisasi, Desain Organisasi dan Desain Pekerjaan




KELOMPOK 1 :

IDA BAGUS ADINATA KUSUMA                                   ( 1215351076 )
MADE PUSPITA CHRISTANTI                             ( 1215351152 )
NI PUTU EKA PARASTIKA                                   ( 1215351156 )
NI MADE INDRI SEPTIANI                                               ( 1215351184 )
AA PUTU NANDYA INDAH PRATAMI              ( 1215351177 )
I GUSTI PUTU MIRA WIANTI                              ( 1215351190 )
LUH ARISKA PUTRI                                              ( 1215351102 )


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2015


Struktur Organisasi, Desain Organisasi dan Desain Pekerjaan
PENGERTIAN STRUKTUR ORGANISASI
T. Hani Handoko (2003) mengatakan “bahwa strukrur organisasi menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan di antara fungsi-fungsi, bagian-bagian, tugas-wewenang dan tanggung jawab yang berbeda beda dalam suatu organisasi. Struktur tersebut mengandung unusr-unsur spesialisasi kerja, standarisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan besaran (ukuran) satuan kerja”.
Manfaat dari struktur organisasi antara lain:
1.      Pimpinan dengan mudah mengetahui tugas, tanggungjawab dan wewenangnya demikian juga tentang tugas, tanggung jawab serta wewenang dari bawahan,
2.      Menghindari terjadinya perselisihan (konflik), saling menyalahkan, saling lempar tanggung jawab antar pegawai,
3.      Penghematan biaya,
4.      Pembagian kerja dapat dengan lebih tepat dan jelas.
PEMBAGIAN TUGAS/KERJA/SPESIALISASI KERJA
Adalah proses membagi pekerjaan ke dalam pekerjaan yang daerah khusus guna mencapai keunggulan spesialisasi (Gibson, 1996)
Pekerjaan dapat dibagi menjadi:
1.      Ke dalam bidang ke ahlian personal ( Akuntansi, Ahli ea rah, dan lain-lain).
2.      Ke dalam aktivitas yang berbeda sesuia dengan yang diperlukan pabrik: Pabrikasi-pabrikasi (spesialisasi horizontal)
3.      Ke arah vertical: pekerjaan General Manajer beda dengan Supervisor.

DEPARTEMENTALISASI/DEPARTEMENTASI
Prosesn dimana suatu organisasi secara structural dibagi dengan mengkombinasikan pekerjaan dengan departemen berdasarkan beberapa andil karakteristik (Gibson,1996).
Beberapa kemungkinan departementalisasi/departementasi:
1)      Fungsional organisasi/kegiatan disusun berdasarkan kelompok-kelompok fungsional yaitu dengan membentuk departemen-departemen produksi, keuangan, pemasaran, dll
2)      Produk, organisasi/kegiatan dibagi menurut macam/produk/jasa yang dihasilkan.
3)      Wilayah, organisasi/kegiatan dibagi atas dasar wilayah.
4)      Proses arus produk/pelanggan, organisasi/kegiatan dibagi atas dasar arus produk atau pelanggan. Atau mengelompokkan pekerjaan berdasarkan arus produk atau pelanggan.
5)      Pelanggan/pasar, organisasi/kegiatan dibagi menjadi unit-unit kerja atas dasar kelompok pelanggan.
6)      Waktu kerja,organisasi/kegiatan dibagi menurut waktu kerja.
7)      Proses/peralatan, organisasi kegiatan dibagi menurut jenis proses/peralatan yang dipakai.
8)      Campuran. Organisasi dibentuk menggunakan pembagian campuran. Kriteria yang paling penting dalam melakukan pembagian kerja adalah bagaimana pembagaian tersebut akan memberikan hasil yang maksimal.
RENTANG KENDALI
Adalah jumlah individu yang bertanggung jawab pada manajer tertentu (Gibson,1996)
Jumlah bawahan yang dapat diarahkan secara efesien dan efektif oleh seorang manajer ( Robbins, 2002)
Faktor-faktor yang mempengaruhi rentan kendali dalam menyusun suatu organisasi adalah sebagai berikut:
a.       Kemampuan atasan untuk mensupervisi
b.      Kemampuan bawahan menjelaskan tugas
c.       Kompleksitas tugas/kegiatan
d.      Standar prestasi yang ditetapkan
e.       Banyaknya pendelegasian wewenang
f.       Adanya bantuan tenaga staf
g.      Keeratan hubungan antara kegiatan
RANTAI KOMANDO
Ketika membicarakan rantai komando mesti juga dibahas tentang tiga konsep lain yaitu: wewenang, tanggung jawab, dan kesatuan komando
1.      Wewenang adalah hak yang dimiliki seorang manajer untuk mengambil keputusan, memberi intruksi dan penugasan serta melakukan penilaian terhadap bawahannya. Wewenang karena suatu hal bisa didelegasikan/dilimpahkan kepada pihak lain.
2.      Tanggung jawaba atas kewajiban yang harus dijalankan. Tidak seperti wewenang, tanggung jawab tidak dapat didelegasikan/dilimpahkan kepada bawahan
3.      Kesatuan komando adalah prinsip manajemen yang menyatakan bahwa tiap tiap orang harus melapor suatu manajer saja. Atau tiap bawahan hanya punya satu atasan.
KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI
1)      Desain organisasi tradisional
a.       Struktur sederhana
Suatu struktur yang bercirikan tingkat departementasi sederhana, rentang kendali yang luas, wewenang yang terpusat, formalisasi kecil/rendah.
Formalisasi adalah pembakuan pekerjaan yang terkait dengan peraturan yang akan perpengaruh dengan perilaku karyawan dalam melaksanakan pekerjaan tersebut.
b.      Struktur fungsional
Struktur organisasi yang mengelompokkan spesialisasi pekerjaan yang serupa atau yang terkait kedalam suatu kelompok.
c.       Struktur divisional
Struktur organisasi yang terdiri atas unit atau divisi atau terpisah dan semi otonom.
2)      Desain organisasi kontemporer
a.       Struktur berbasis tim, desain organisasi dimana keseluruhan organisasi tersusun oleh sejumlah kelompok kerja atau tim.
Dalam struktur ini, pemberdayaan karyawan mejadi penting karena akan menentukan sukses organisasi. Bentuk ini telah menghancurkan batas-batas departemen dan mendesentralisasikan pengambil keputusan ketingkatan tim kerja.
b.      Struktur metriks, desain organisasi yang menugaskan para spesialis dari departemen fungsional yang berbeda-beda untuk bekerja pada satu atau lebih proyek yang dipimpin oleh seorang manajer proyek
c.       Struktur proyek, desain organisasi dimana para karyawan secara terus menerus ditugaskan kesejumlah proyek. Struktur ini sangat cari dan feksibel, tidak ada departementasi dan hirarki yang kaku. Para manajer berperan sebagai fasilitator, Pembina danpelatih dan melayani tim-tim proyek.
d.      Unit internal mandiri, adalah unit-unit bisnis yang terdesentralisasi, masing masing mempunyai produk, pelanggan, pesaing, dan sasaran laba. Ada juga yang menyebutnya organisasi virtual.
e.       Organisasi tanpa tapal batas, suatu organisasi yang mengusahakan rantai komando, rentang kendali yang tak terbatas, mengganti departemen dengan tim yang diberdayakan.
f.       Organisasi pembelajar, organisasi yang telahmengembangkan kemampuan untuk terus menerus beradaptasi dan berubah, karena para anggota berperan aktif dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah yang terkait dengan pekerja.
MODEL-MODEL DESAIN ORGANISASI
1)      Model organisasi mekanistik adalah struktur/desain organisasi yang dikendalikan secara dan sangat ketat. Menekankan pada kepentingan pencapain produksi yang tinggi dan efesiensi melalui penggunaan aturan dan prosedur yang ekstensif, sentralisasi wewenang, dan spesialisasi tingkat yang tinggi.
2)      Model organisasi organic adalah struktur/desain organisasi yang sangat fleksibel dan mudah beradaptasi. Lebih menekankan pada kepentingan mencapai tingkat yang tinggi, kemampuan adaptasi dan pengembangan melalui aturan dan prosedur desentralisasi wewenang, dan derajat spesifikasi rendah.

DESAIN PEKERJAAN
Salah satu factor yang berpengaruh cukup signifikan terhadap terwujudnya efektifitas dan kesehatan suatu organisasi adalah desain pekerjaan. Pekerjaan yang didesain dengan baik akan dapat meningkatkan motivasi, produktivitas dan kepuasan kerja. Perkembangan lingkungan dan perkembangan organisasi yang begitu cepat dan dinamis menjadikan organisasi untuk terus melakukan perancangan ulang terhadapat pekerjaan.
Indriyo Gitosudarmo dan kawan-kawan (1997) mengatakan bahwa desain pekerjaan berkaitan dengan penentuan struktur hubungan tugas dan hubungan antar pribadi sari satu pekerjaan dengan menentukan berapa banyak keanekaragaman, tanggung jwab, signifikan, dan otonomi pekerja diberikan oleh pekerja.
Desain ulang pekerjaan adalah proses di mana manajer mempertimbangkan kembali apa yang diharapkan karyawan untuk dilakukan.
Tiga strategi utama dalam mendesain ulang pekerjaan:
1.      Spesialisasi tugas yang sering juga disebut dengan penyederhanaan tugas ( job simplification ) yaitu dengan cara mengurangi cakupan dan kedalaman pekerjaan
2.      Pemekaran pekerjaan ( job enlargement ) yaitu menambah jumlah dan keragaman tugas yang dikerjakan, dan
3.      Pemekaryaan pekerjaan ( job enrichment ) yakni pengembangan pekerjaan secara vertical
KARAKTERISTIK PEKERJAAN
Kegiatan ini meliputi:
1)      Peninjauan terhadap cakupan pekerjaan yaitu terkait dengan jumlah dari aktivitas yang berbeda yang diperlukan oleh suatu pekerjaan tertentu dan pengulangan siklus pekerjaan
2)      Peninjauan terhadap kedalaman pekerjaan, yakni berkaitan dengan kadar sejauh mana seseorang dapat mengendalikan tugasnya.
3)      Telaah/identifikasi terhadap atribut tugas
Arthur Tener dan Paul Lawerence yang dikutip oleh Indriyo Gitosudarmo dan Sudita (1997) mengidentifikasi enak factor yang paling penting dalam menentukan pekerjaan yang diinginkan yaitu:
a.       Keanekaragaman yang meliputi sejumlah aktivitas yang berbeda yang harus diselesaikan dalam melaksanakan masing-masing pekerjaan.
b.      Otonomi menyangkut tingkat kebebasan pekerja dalam menentukan cara melaksanakan aktivitas.
c.       Interaksi yang diperlukan yaitu tingkat ketergantungan diantara pekerja
d.      Interaksi pilihan yaitu jumlah atau peluang komunikasi yang dimungkinkan terjadi dari lingkungan tata ruang kejra
e.       Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan yakni tingkat kesiapan mental yang diperlukan atau melibatkan proses belajar dalam melaksanakan tugas dengan tepat
f.       Tanggung jawab yaitu tingkat pertanggungjawaban yang dituntut oleh suatu tugas.
DIMENSI INTI PEKERJAAN
Menurut CJM, setiap pekerjaan dapat dirumuskan dari lima segi dimensi inti, sbb

1)      Keanekaragaman keterampilan
Tingkat sejauh mana suatu pekerjaan memerlukan serangkaian kegiatan agar karyawan dapat menggunakan sejumlah bakat dan keterampilan yang berbeda.
2)      Identitas tugas
Tingkat sejauh mana suatu tugas/pekerjaan menurut penyelesaian seluruh bagian pekerjaan yang dapat diidentifikasi.
3)      Tingkat signifikansi/kepentingan tugas
Daerah sejauh mana suatu tugas/pekerjaan memiliki pengaruh yang berarti terhadap organisasi, masyarakat atau kehidupan orang lain
4)      Otonomo
Derajat sejauh mana pekerja bebas dari pengaruh langsung atasan dan dapat menentukan cara terbaik dalam melaksanakan tugas
5)      Umpan balik
Derajat sejarah mana pekerja memperoleh informasi tentang penilaian prestasi dari pelaksanaan tugasnya.



REFRENSI
Komang Ardana, Ni Wayan Mujiati, Anak Agung Ayu Sriathi, Perilaku Organisasi, edisi 2, Graha Ilmu.


Selasa, 12 Mei 2015

zone

Hay tadi pukul 23.53 WITA aku baru saja sampai rumah. Saat ini aku duduk di balkon depan lantai dua rumahku. Mataku melihat ke angkasa namun langit tidak begitu indah, mungkin agak sedikit mendung sehingga bintang tak terlalu memancarkan sinarnya malam ini. Maka aku memutuskan untuk kembali kekamar saja kebetulan sudah tengah malam juga jadi agak serem sih bahahahaha.
Oh iya, tadi aku bertemu teman lamaku yaitu intan, oka, desi dan pacarnya. Aku kenalkan satu-satu ya, namanya intan diantari, dia adalah kakak kelasku sewaktu SMA. Aku mengenalnya di twitter, kira-kira sejak kelas 2 sma, karena kita satu sekolah dan kita suka musik jadiya akrab deh sampai sekarang. Lalu ada oka trendyana , aku mengenalnya saat kita sama-sama masuk ke suatu komunitas pencita salah satu musik indie bahahhaa. Kemudian ada desi, desi ini sudah lama aku kenal sejak smp. Teman smpku dan rumahnya tidak jauh dari rumahku tetapi kita jarang bertemu. Kenapa kita bisa disatukan, karena mingkin ini bukan kebetulan. Mingkin ini adalah suatu scenario yang kita buat sendiri dan kita rancang sedemikian rupa hahaha.

Selamat ya buat kak intan, udah S.kom. ahihihi semoga aku bisa menyusulnya dengan gelar yang berbeda. ASAP!!! Tadi kita makan disebuah tempat makan yang menyediakan mie pedas beraneka ragam level. Sungguh aku tidak suka dan tidak bisa pedas. Karena hari ini di traktir kak intan, jadi aku tidak bisa menolaknya. Asiiik enak banget ya ditraktir. Aku memesan yang level 1 itupun tidak habis, setengahnya dimakan kak oka dan di comot desi beberapa sumpit. Entah kenapa aku tidak kuat dengan yang namanya pedas. Kenapa mereka tidak merasakan apa yang aku rasa ya. Mereka makan dengan lahapnya,dari raut wajahnya tak ada ekspresi yang mengatakan bahwa mie itu sungguh pedas, seakan mie level 5 itu tidak pedas. Setelah dari mie kober. Kita lanjut ke tempat lain. Tempat ini menyediakan berbagai macam aneka susu dan makanan ringan. Mungkin seperti kedai susu yang lagi popular sekarang. Ditempat ini giliran kak oka yang traktir susu bahahha. Entah kenapa dia mau traktir kita, mungkin gajinya masih banyak karena ini masih awal bulan ahihihi. Disini kita banyak membahas tentang aneh-aneh. Ya begitulah, membahas kuliah, pekerjaa, skripsi, jodoh *eh, masa lalu dan lain hal. Aku tidak begitu pandai menceritakan tentang kisah hidupku seperti orang-orang kebanyakan. Tetapi aku mencoba menjadi pendengar yang setia buat mereka.Aku senang  bisa mengenal teman-teman yang baik seperti mereka, tak ada yang ditutup tutupi diantara kita. Semoga bisa seterusnya seperti ini.


Kemarin tgl 11 tika temanku dari sd berulang tahun, pulang kuliah aku membelikan dua buah kue dan lilin untuk dirinya. Sampai dirumahnya yang hanya jarak beberapa meter dari rumahku, aku mecoba memberikan dia kejutan dan ternyataaaaaaaaaaaa gagal bahahaha, karena ketahuan mamanya tika, dan mamanya bergegas mengabari tika yang sedang berada dikamarnya. Jadi gak surprise lagi. Gara-gara rencanaku gagal, jadinya aku ditertawakan satu rumah tersebut. Ahihihihihi tak apelah. Sudah mulai ngawur ceritaku. Besok sudah hari rabu, dan tugas masih banyak saja nih. Hari ini aku sengaja tidak buat tugas sama sekali karena sudah ku cicil dari jauh hari dan besok aku akan melanjutkannya. Besok adalah hari lahirku, iya hari lahir kalender bali dimana kita berulang tahun 1kali dalam 6 bulan masehi. Entah aku kurang paham juga dengan kalender bali. Namanya otonan. Okay mungkin cukup sekian. Aku akan melanjutkan membaca novelku yang tertunda sampai mata ini terpejam. Sebuah novel yang berjudul maya, bahasanya lumayan berat menurutku tapi aku akan berusaha menghabiskannya seperti novel-novel sebelumnya yaitu gadis jeruk dan malaikat ariel. Novel-lovel ini diberikan kepadaku oleh seorang pemuda yang misterius. Entah aku tak pernah bisa berhenti memikirkannya. Mungkin bisa, butuh waktu. Stop! Sudah cukup. Bye 

Sabtu, 09 Mei 2015

2015

April - mei
bulan penuh misteri, dimana aku ditinggalkan 2 sosok orang yang sangat penting dihidupku. yang pertama seseorang yang aku kira dia adalah teman hudupku tapi ternyata tidak. mungkin aku hanya pelampiasan atau hanya iklan dikehidupannya. sudalah...
aku tak bisa berharap banyak, karena ini telah terjadi. biarkan dia pergi dengan semua rahasia yang dia simpan sendiri. aku mungkin ingin mengetahuinya, tapi lebih baik tidak.
yang kedua aku kehilangan sesosok kawan terbaik dihidupku, ya dia adalah sahabat kecilku. kita telah mengenal satu sama lain sejak kita belum berumur 1tahun. orang tua kita bersahabat, dari situlah kita juga bersahabat. Ia pergi meninggalkan dunia yang misteri ini dengan cara yang tragis. sampai sekarang aku masih tak menyangka, dia telah pergi. ini mungkin terlalu cepat
aku sengaja akhir akhir ini mencari kesibukan supaya bisa melupakan kejadian ini. sungguh tak bisa dibayangkan sebelumnya. kenapa orang baik seperti dia meninggalkan bumi secepat ini. dia tak bisa digantikan dengan siapapun. dia selalu ada dibayanganku, banyak planning yang belum kita wujudkan.

Hay Putu liong, aku merindukan dirimu. kamu selalu menjadi sahabat bahkan saudara terbaik ku dan kakakku. keluargaku dan keluargamu merindukan kamu, ya kita semua yang ditinggalkanmu merindukan dirimu dan sifat baikmu. bayangmu selalu di piranku.kita sudah dipisahkan oleh dunia yang berbeda. mungkin susatu saat aku akan menceritakan hal-hal yang kita alami bersama di blog ini. waktuku tidak banyak untuk menulis kenangan semacam ini dikarenakan tugas yang menumpuk dan lain hal. aku merindukan sosokmu putu, saat kita menceritakan kehidupan kita berdua yang berbeda dan aku selalu mendengarkan cerita dan cita-citamu. aku rindu saat kita bersama. hehehe gak ada lagi deh yang menginap dirumahku dan bermain XBOX bersama kakakku. ayo, kapan lagi kamu bisa pukul kepalaku memakai bantal yang ada disofaku dan aku membalasnya. kapan lagi aku membuatkan es cincau saat kamu dan bapakmu mampir kerumah setelah letih bergoes ria. kapan lagi kamu bisa gonceng aku memakai sepeda gayung. kapan lagi kamu gonceng aku memakai motorku. kapan lagi kita bisa saling berdebat. kapan lagi kamu bisa memperbaiki laptopku yang sudah sekarat itu. kini laptop itu tinggal kenangan. dan sekarang laptop yang baru ini, akan menemaniku. iya laptop. laptop yang kita beli bersama, kamu mengantarkanku membeli laptop ini di suatu pusat belanja beraneka ragam teknologi. kamu ingat kan? kamu begitu pintar dalam teknologi software hardware. sudah banyak kamu membantu keluargaku dan keluargaku membantu keluargamu.
beberapa hari yang lalu mamak mu menelpon bapakku, mengatakan akan bermain kerumahku bersama bapakmu dan adikmu jikalau ada waktu luang. apakah kamu akan ikut juga putu? ya semoga bapakmu bisa menerima kepergianmu. karena aku sedih saat melihat bapakmu selalu menangis saat menceritakan kejadian itu. mamak dan adikmu juga putu. aku tidak tega melihat bapakmu pingsan terus menerus. bapakmu begitu menyayangimu. hay putu, kita adalah 4 anak kupang yang tak terpisahkan jarak hingga sekarang kita sama sama tinggal dibali walaupun berbeda kabupaten.

terimakasih putu aku merindukan kenangan kita yang begitu banyaknya. aku tak bisa menuliskan semua kenangan tentang keluargaku dan keluargamu. mungkin akan menjadi satu buku yang tebal. salamku untukmu Putu Erwin Mahardika a.k.a putu liong